Stasiun Plampangan, Blitar

Stasiun Plampangan (PAG) adalah pemberhentian kereta api nonaktif yang terletak di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.
Nama
Walau saat ini disebut stasiun, tetapi pada masa kolonial, pemberhentian ini resmi bernama Stopplaats Plampangan. Stopplaats adalah bentuk paling sederhana dari pemberhentian kereta api, dengan kelas di bawah station dan halte.
Sejarah
Pembangunan
Stopplaats Plampangan dibangun oleh perusahaan kereta api negara Hindia Belanda, Staatssporwegen op Java Oosterlijnen Exploitatie, sebagai bagian dari jalur Kepanjen-Wlingi. Pembangunan jalur rel antara Plampangan dan Pogajih menghadapi tantangan karena harus membelah perbukitan kapur.
Operasional
Menurut iklan yang dipasang SS di Semarangsch Advertentie-blad edisi 30 Desember 1896, Stopplaats Plampangan dibuka pada 9 Januari 1897, bersamaan dengan Halte Ngebruk, Sumberpucung, Pogajih, dan Kesamben. Dengan tersambungnya lintas ini maka beroperasilah jalur kantong Bangil-Kertosono.
Namun menurut buku Nederlandsch Indische staatsspoor- en tramwegen, jalur Kepanjen-Wlingi baru dibuka pada 30 Januari 1897.
Penutupan
Sama seperti Halte Bendo, tanggal pasti penutupan Plampangan tidak diketahui. Beberapa sumber daring menyebut pemberhentian ini ditutup pada 1980-an karena lokasinya terlalu dekat dengan Stasiun Kesamben.
Bangunan
Bangunan utama Stopplaats Plampangan sudah tidak ada, dan beberapa sumber menyebut hanya tersisa pondasinya yang tertutup oleh rerumputan. Kemungkinan, bangunannya dulu sangat sederhana dengan hanya satu jalur, sesuai statusnya sebagai stopplaats.
Insiden
Berita di De Sumatra Post edisi 15 April 1916 melaporkan insiden “een dwaze daad” di dekat Stopplaats Plampangan antara Halte Kesamben dan Pogajih. Seorang penumpang pribumi melompat dari kereta, mengalami luka berat, dan segera dievakuasi.