Stasiun Kutu, Sleman

Gayuh Tri Satria Utama
Gayuh Tri Satria Utama
30 Juli 2025

Stasiun Kutu (KTU) atau dulu dikenal dengan Halte Koetoe adalah pemberhentian kereta api kecil nonaktif yang terletak di Sinduadi, Mlati, Sleman. Dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), stasiun ini dahulu menjadi bagian dari jalur trem Yogyakarta-Magelang dan berada di antara Stasiun Mlati di sebelah utara serta Stasiun Kricak di sebelah selatan. Bangunan bekas stasiun saat ini masih tercatat sebagai aset yang berada di bawah pengawasan KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Nama

Peta Stasiun Kutu tahun 1920
Peta Stasiun Kutu tahun 1920. Sumber: Topographische Inrichting, Batavia

Nama Stasiun Kutu berasal dari lokasi tempat pemberhentian ini berada, sebagaimana lazimnya penamaan stasiun di Indonesia. Pada peta terbitan Lembaga Topografi Hindia Belanda tahun 1920, wilayah di sekitar stasiun ini tercatat dengan nama Koetoe. Sementara itu, berdasarkan peta terkini, Stasiun Kutu terletak di Padukuhan Kutu Asem.

Sejarah

Pembangunan

Pemberhentian di Kutu diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-19 dan mulai beroperasi bersamaan dengan pembukaan jalur Jogja–Magelang pada 1 Juli 1898. Mengacu pada laporan Bataviaasch Nieuwsblad, pada masa awal pengoperasiannya, pemberhentian ini kemungkinan hanya berstatus stopplaats dan digunakan untuk aktivitas bongkar-muat komoditas ekspor dari Yogyakarta yang akan dikirim ke Semarang melalui jalur Jogja–Ambarawa. Sekitar tahun 1915, NIS meningkatkan status Kutu menjadi pemberhentian setingkat halte. Menurut De Preanger-bode, langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, tetapi juga merupakan bagian dari strategi bisnis NIS dalam menghadapi persaingan dengan Staatsspoorwegen (SS), khususnya dalam pengangkutan komoditas ekspor gula dari pabrik-pabrik di Rewulu, Sedayu, dan Demakijo.

Penutupan

Pada awal dekade 1970-an, jumlah penumpang trem rute Yogyakarta–Magelang mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini dipicu oleh dibukanya akses jalan raya, yang mendorong peralihan penumpang ke moda transportasi bermotor, baik pribadi maupun umum.

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 1972 hingga 1974 turut memperburuk situasi, dengan banjir lahar dingin yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur, termasuk runtuhnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975. Peristiwa ini akhirnya memaksa penutupan jalur kereta Yogyakarta–Magelang, termasuk penghentian operasional Stasiun Kutu.

Bekas Stasiun Kutu di 2024
Bekas Stasiun Kutu di 2024. Sumber: Google Street View

Saat ini, bangunan bekas Stasiun Kutu telah beralih fungsi menjadi bengkel serta warung makan yang menjual soto dan puding. Bangunan yang terletak di Jalan Magelang Km 5,5 ini kini tidak lagi menyerupai wujud stasiun pada umumnya.