Penyakit, Kepercayaan Gaib, dan Pengetahuan Tradisional Jawa

Gayuh Tri Satria Utama
Gayuh Tri Satria Utama
7 Juli 2026

Sebelum pengetahuan kedokteran modern dikenal luas, masyarakat Jawa memiliki cara sendiri dalam menjelaskan asal-usul penyakit. Sakit tidak selalu dipandang sebagai persoalan jasmani, melainkan kerap dikaitkan dengan gangguan kekuatan yang tidak kasatmata. Cara pandang mistis semacam ini tumbuh dari perpaduan antara pengalaman sehari-hari, tradisi lisan, dan sistem kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam penelitiannya mengenai masyarakat Jawa yang kemudian diterbitkan dalam buku The Religion of Java, Clifford Geertz mencatat bahwa berbagai makhluk halus yang diyakini dapat menimbulkan penyakit, kegilaan, hingga kematian, termasuk dalam kelompok yang disebut lelembut. Gambaran yang lebih rinci dapat ditemukan dalam karya H. A. van Hien, De Javaansche Geestenwereld (1896), yang mendokumentasikan beragam makhluk gaib beserta peran yang dilekatkan kepadanya dalam kepercayaan masyarakat Jawa pada masa itu.

Daftar berikut tidak dimaksudkan sebagai catatan mengenai benar atau tidaknya keberadaan makhluk-makhluk tersebut. Alih-alih sekadar kumpulan kisah mistis, daftar ini justru memberi gambaran tentang bagaimana masyarakat Jawa pada masanya memaknai penyakit, malapetaka, dan berbagai peristiwa yang saat itu belum dapat dijelaskan oleh pengetahuan medis. Seluruh uraian berikut diringkas dari catatan van Hien, sehingga setiap entri merefleksikan kepercayaan masyarakat Jawa pada masa itu sebagaimana ia dokumentasikan.

Makhluk Gaib yang Dikaitkan dengan Penyakit pada Manusia

1. Sawan dan Sarap

Sawan dan Sarap (atau Sarab) merupakan dua makhluk halus yang dipercaya menjadi penyebab berbagai penyakit, terutama pada anak-anak. Sawan dikaitkan dengan kejang, pingsan, perut membesar, hingga ruam kulit, sedangkan Sarap dipercaya menimbulkan bercak merah pada kulit yang kadang disertai kejang dan perut membengkak.

Istilah sawan masih dikenal hingga sekarang, terutama di kalangan masyarakat Jawa. Meski dahulu dikaitkan dengan gangguan makhluk halus, dunia medis modern menjelaskan kondisi yang disebut “sawan” sebagai kejang (seizure) yang memiliki penyebab biologis, bukan supranatural.

2. Dhengen

Dhengen dipercaya muncul dari dalam tanah dalam bentuk uap berbahaya yang dapat memasuki tubuh manusia. Gangguannya dikaitkan dengan berbagai penyakit yang menyebabkan pembengkakan pada anggota tubuh atau perut, seperti beri-beri dan busung air, nyeri sendi, serta demam berdarah. Karena dianggap berbahaya, masyarakat membakar kemenyan pada waktu-waktu tertentu untuk menangkal gangguannya.

3. Setan Bisu

Setan Bisu atau disebut Bisu saja, dipercaya sebagai perwujudan penyakit kolera. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, siapa pun yang berpapasan dengannya diyakini akan terserang kolera atau setidaknya mengalami sakit perut yang hebat.

4. Belis

Belis dipercaya sebagai makhluk halus yang berdiam di area persawahan. Ia diyakini dapat memasuki tubuh orang yang melintasi sawah, terutama setelah pukul enam sore, sehingga menimbulkan keluhan seperti pusing atau tubuh yang tiba-tiba terasa tidak enak. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, kondisi ini dikenal dengan ungkapan “dimakan Belis.”

5. Anja-Anja

Ilustrasi Hantu Anja-anja
Ilustrasi Hantu Anja-anja

Anja-anja dipercaya sebagai makhluk halus berwujud manusia yang mengisap darah orang yang sedang tidur. Gangguannya diyakini dapat menyebabkan sakit parah dan munculnya memar pada tubuh. Apabila jenazah menunjukkan bercak kebiruan, masyarakat Jawa dahulu kerap mengaitkannya dengan Anja-anja dan menyebutnya sebagai “dilat Anja-anja”, yang berarti “dijilat Anja-anja.”

6. Pitenah

Pitenah dipercaya sebagai makhluk halus yang berkeliaran di jalan-jalan sepi dan terutama mengganggu perempuan yang berjalan seorang diri. Kehadirannya diyakini dapat terasa seperti embusan angin kencang yang tiba-tiba menyapu seseorang. Siapa pun yang tersentuh olehnya dipercaya akan jatuh sakit karena terkejut atau ketakutan.

Makhluk Gaib yang Dikaitkan dengan Penyakit pada Hewan dan Ternak

1. Poto

Poto dipercaya sebagai makhluk halus yang menjadi penyebab berbagai penyakit menular pada sapi dan kerbau, terutama antraks dan sampar sapi. Ia diyakini berdiam di daerah rawa atau tanah yang becek, lalu muncul sebagai gumpalan kabut yang perlahan naik. Ketika ternak melewati kabut tersebut, Poto dipercaya memasuki tubuh hewan dan menimbulkan penyakit.

2. Laha

Ilustrasi Laha
Ilustrasi Laha

Laha dipercaya sebagai makhluk halus berwujud hewan berkaki empat yang dapat terbang, dengan kepala menyerupai burung pemangsa. Berbeda dengan makhluk halus lain, Laha diyakini tidak menyerang manusia secara langsung, melainkan mengganggu ternak hingga sakit atau mati, sehingga menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.

3. Sato

Sato dipercaya sebagai makhluk halus berwujud hewan berkaki empat yang dapat memasuki tubuh ternak, kuda, dan hewan peliharaan. Gangguannya diyakini menyebabkan perut hewan membengkak.

4. Dinkel

Dinkel dipercaya sebagai makhluk halus yang mengganggu unggas, terutama ayam. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, penyakit yang menyerang ayam secara tiba-tiba dan diikuti kematian dalam waktu singkat sering dikaitkan dengan gangguan Dinkel.

5. Tetelo

Tetelo dipercaya sebagai makhluk halus yang menyebabkan penyakit mematikan pada ayam. Ayam yang terkena gangguannya diyakini akan meloncat tiba-tiba lalu mati, dengan jantung yang tampak rusak seperti terbakar. Masyarakat Jawa dahulu menyebut kondisi ini sebagai “dimakan Tetelo.”

Istilah tetelo masih digunakan hingga kini untuk menyebut Newcastle Disease (ND), yaitu penyakit virus yang sangat menular dan mematikan pada unggas, terutama ayam.

6. Gebluk

Gebluk, atau Sambang Gebluk, dipercaya sebagai makhluk halus yang mengganggu hewan berkaki empat, terutama sapi dan kerbau. Ia digambarkan sebagai kabut putih tipis yang muncul dari daerah rawa atau semak-semak. Seperti Poto, Gebluk diyakini menjadi penyebab berbagai penyakit pada ternak dan sangat ditakuti oleh para pemiliknya.

Makhluk Gaib yang Dikaitkan dengan Penyakit pada Tanaman

1. Menthek

Menthek dipercaya sebagai makhluk halus yang berwujud anak kecil berusia sekitar empat atau lima tahun yang berjalan tanpa busana. Ia diyakini menjadi penyebab tanaman padi menguning, tidak berbuah, bahkan mati, serta dapat mengganggu pohon-pohon yang sedang berbuah. Untuk menghindari gangguannya, masyarakat dahulu memberikan sesaji agar Menthek tidak merusak tanaman.

Istilah menthek juga masih dikenal dalam dunia pertanian sebagai sebutan untuk gangguan pada tanaman padi yang menyebabkan daun menguning, pertumbuhan terhambat, dan bulir padi hampa. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan serangan wereng cokelat (Nilaparvata lugens) yang mengisap cairan batang padi.

2. Lada

Lada dipercaya sebagai makhluk halus yang mengganggu tanaman, terutama bibit padi yang baru ditanam. Gangguannya diyakini menyebabkan tanaman layu dan mati sebelum tumbuh dengan baik. Selain padi, Lada juga dipercaya dapat merusak berbagai jenis tanaman dan hasil pertanian.

Diperbarui pada 7 Juli 2026