Kalakatung: Raksasa Penguasa Blitar

Gayuh Tri Satria Utama
Gayuh Tri Satria Utama
19 Mei 2025
Ilustrasi Kalakatung Dhanyang Blitar
Ilustrasi Kalakatung Dhanyang Blitar

Dalam tulisan sebelumnya, saya sempat membahas tentang Barukuping yang namanya bersumber dari karya sastra kuno berjudul Suluk Plencung. Sekadar mengingatkan kembali, suluk ini memuat deretan nama-nama dhanyang, makhluk gaib penjaga wilayah yang dipercaya menguasai berbagai daerah di Pulau Jawa, Madura, hingga Bali.

Dalam Suluk Plencung, setelah nama Barukuping yang disebut sebagai dhanyang Srengat, dalam baris yang sama juga tercantum nama Kalakatung, yang disebut sebagai penguasa gaib wilayah Balitar, nama lama dari Blitar.

Hasil Pencarian Kalakatung

Sama seperti Barukuping, kalau kita mencoba mencari nama Kalakatung lalu menggabungkannya dengan kata “Blitar,” hasil pencariannya hampir pasti tidak sesuai harapan, atau justru hanya mengarah ke artikel yang membahas Suluk Plencung.

Tapi beda ceritanya kalau kita mencari nama “Kalakatung” saja. Hasil pencarian akan menampilkan beberapa artikel yang mengaitkannya dengan tokoh pewayangan yang digambarkan sebagai sosok raksasa.

Wujud Kalakatung

Mengutip dari blog Wayang Indonesia, Kalakatung dalam dunia pewayangan sering dikenal juga dengan nama Buta Terong. Ia digambarkan sebagai raksasa hutan bertubuh pendek dan gemuk, berkepala botak, dengan hidung besar bulat menyerupai buah terong. Dalam banyak lakon, Kalakatung biasanya muncul sebagai anak buah dari Buta Cakil atau Yayahgriwa.

Meskipun ia berwujud raksasa, Kalakatung justru sering tampil dengan kesan lucu karena suaranya yang bindeng. Ia digambarkan agak lamban dalam berpikir, tapi gerakannya lincah. Karena sifatnya yang konyol dan ceroboh, Kalakatung kerap jadi sasaran olok-olok para Punakawan. Dalam berbagai pertunjukan, ia hampir selalu diceritakan tewas di tangan Gareng, Petruk, atau Bagong.

Nama Kalakatung kadang dianggap sebagai nama tokoh wayang lain yakni Kalabendana. Namun, versi dari Yogyakarta menyebut bahwa keduanya adalah tokoh yang berbeda.

Dalam Pop Culture

Nama Kalakatung muncul dalam novel berjudul Sejengkal Tanah Sepercik Darah karya penulis Kho Ping Hoo. Dalam cerita tersebut, Kalakatung digambarkan sebagai tokoh ternama dari Blitar yang sudah berusia lebih dari lima puluh tahun. Ciri-cirinya mencolok: kepala botak, punggungnya bongkok, dan suaranya nyaring.

Diperbarui pada 30 Agustus 2025