Fitur Hypertension Notifications di Apple Watch

Gayuh Tri Satria Utama
Gayuh Tri Satria Utama
10 September 2025
Tampilan Fitur Hypertension Notifications di Apple Watch Ultra 3
Tampilan Fitur Hypertension Notifications di Apple Watch Ultra 3

Dini hari ini, tepatnya di Apple Event tanggal 10 September 2025 jam 00.00 WIB, Apple akhirnya memperkenalkan fitur baru di Apple Watch Series 11 dan Ultra 3 yakni Hypertension Notifications.

Buat saya pribadi, fitur ini cukup menarik. Kenapa? Karena menurut kalkulator risiko hipertensi UAT, saya punya kemungkinan 1,8 kali lebih besar untuk terkena hipertensi dibanding orang seusia saya. Jadi, membayangkan kalau Apple Watch bisa bantu mendeteksi lebih dini, jelas terasa relevan banget buat saya.

Tapi di balik excitement itu, ada sedikit rasa curiga. Apple biasanya punya pola kalau fitur-fitur baru yang keren cuma hadir di device terbaru. Jadi, walaupun saya pakai Ultra 2 yang masih belum usang, feeling saya fitur ini mungkin nggak akan sampai ke perangkat saya. Seolah-olah Apple ingin bilang, “kalau mau fitur ini, ya upgrade dulu.”

Ternyata dugaan saya keliru. Dalam rilis resminya, Apple menjelaskan bahwa Hypertension Notification juga akan hadir di beberapa model lama. Fitur ini sedang dalam tahap review FDA dan diperkirakan rampung bulan ini, lalu diluncurkan ke lebih dari 150 negara dan wilayah. Daftar perangkat yang didukung mencakup Apple Watch Series 9 ke atas serta Ultra 2 ke atas, tidak terbatas pada model yang baru diumumkan.

Update: Ternyata fitur Hypertension Notification dibatasi berdasarkan region pengguna. Meskipun Apple Watch saya adalah versi US, karena saya memakainya di Indonesia maka fitur ini tidak bisa diaktifkan, karena Indonesia belum termasuk dalam daftar wilayah yang didukung. Jadi, selain jenis perangkat, lokasi penggunaan juga menentukan apakah fitur ini dapat dipakai.

Update (29/01/2026): Setelah update ke watchOS 26.2.1, fitur Hypertension Notification akhirnya resmi aktif untuk pengguna di Indonesia.

Cara Kerja Hypertension Notification

Fitur ini memanfaatkan data dari optical heart sensor untuk menganalisis bagaimana pembuluh darah merespons detak jantung. Algoritmanya berjalan diam-diam di latar belakang, meninjau data selama 30 hari, dan akan mengirim notifikasi bila menemukan tanda-tanda hipertensi yang konsisten.

Seperti fitur kesehatan Apple lainnya, pengembangan Hypertension Notification melalui proses validasi ilmiah ketat. Apple mengandalkan machine learning dan data dari lebih dari 100.000 peserta studi, kemudian melakukan uji klinis pada lebih dari 2.000 orang.

Walau tidak bisa mendeteksi semua kasus hipertensi, namun dengan cakupan Apple Watch membuat fitur ini diperkirakan mampu memberi peringatan kepada lebih dari 1 juta orang dengan hipertensi yang belum terdiagnosis pada tahun pertamanya.

Diperbarui pada 30 Januari 2026