Di Manakah Letak Brindjok Sebenarnya?
Brindjok atau Brindiok adalah toponim lama di Jawa Timur yang tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Namun, hampir dua abad terakhir nama ini telah hilang dari ingatan kolektif, tergantikan oleh sebutan baru dan tidak lagi dipakai dalam penyebutan modern. Bahkan hingga kini, hanya sedikit media daring yang menyinggungnya, umumnya blog atau akun media sosial sejarah yang membahas peta-peta kuno Nusantara.
Saya sendiri pertama kali mendengar nama Brindjok dari kakak tertua saya. Ia menemukannya melalui sebuah akun media sosial dan blog sejarah. Berbekal informasi itu, pencarian saya kemudian mengarah pada tulisan Akhir Matua Harahap, dosen Universitas Indonesia yang aktif menulis di blog Poestaha Depok. Dalam salah satu tulisannya, beliau memperkirakan bahwa Brindjok merupakan cikal bakal dari Tulungagung.

Perkiraan tersebut didasarkan pada sebuah peta terbitan tahun 1724. Sayangnya, peta itu tidak ditampilkan dalam tulisannya, dan hingga kini saya pun belum berhasil menemukannya. Meski begitu, beberapa peta kuno yang pernah saya lihat memang menempatkan Brindjok di sebelah selatan Kediri.

Sumber lain turut memperkuat petunjuk ini. Misalnya, buku terbitan J. W. Smit tahun 1799, menyebut Brindjok terletak di aliran sungai yang sama dengan Kadiri, tetapi lebih ke arah selatan mendekati hulu sungai di kawasan pegunungan. Sementara itu, Johannes van den Bosch dalam karyanya tahun 1818 juga menuliskan bahwa Brindjok berada “sedikit di bawah” Kediri.
Berdasarkan sumber-sumber tersebut, tidak mengherankan bila Pak Akhir mengaitkan Brindjok dengan Tulungagung, karena letaknya memang di selatan Kediri. Namun, ada satu hal yang mungkin luput diperhitungkan, yakni keterbatasan teknologi pemetaan pada masa itu membuat akurasi letak geografis seringkali meleset. Nyatanya bukan hanya Tulungagung, Blitar pun terletak di selatan Kediri. Di sisi lain, catatan sejarah menyebutkan bahwa wilayah Tulungagung dan sekitarnya dahulu lebih dikenal dengan sebutan Rowo.

Jawaban paling jelas mengenai pertanyaan ‘di manakah Brindjok’ justru dapat ditemukan dalam buku Nederlands Oost-Indië; of Beschrijving der Nederlandsche bezittingen in Oost-Indië karya Abraham Jacob van der Aa, yang terbit tahun 1846. Pada halaman 253, Van der Aa secara eksplisit menuliskan bahwa Brindjok adalah nama lain dari Blitar, lengkap dengan deskripsi singkat tentang Blitar yang pada masa itu bersama Srengat membentuk sebuah kabupaten.
Dengan demikian, berdasar literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa Brindjok yang disebut dalam sumber-sumber abad ke-18 hingga awal abad ke-19 sesungguhnya merujuk pada wilayah Blitar.