2024 Bikin Blog? Ngapain Sih?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), blog adalah “catatan pribadi yang dimuat di halaman web, bisa dibaca siapa saja.” Definisi ini lebih relevan di masa blog menjadi media yang booming di awal 2000-an, ketika banyak orang menggunakan blog untuk berbagi cerita, opini, atau informasi.
Namun, zaman telah berubah. Di era sekarang, definisi blog yang lebih relevan mungkin seperti yang dijelaskan oleh Oxford Dictionary: “A regularly updated website or web page, typically one run by an individual or small group, written in an informal or conversational style.” Blog sekarang adalah media digital yang bukan sekadar catatan pribadi, tapi bisa menjadi medium profesional, edukatif, atau bahkan alat pemasaran.
Saya pertama kali mengenal blog melalui majalah komputerakt!f edisi 77 yang terbit pada 7 April 2004. Majalah ini mengulas seluk-beluk blog secara menarik—dari cara membuatnya hingga cerita orang-orang yang sukses berbagi melalui blog. Pada masa itu, blog terasa relevan sebagai tempat untuk mengekspresikan diri di internet yang masih tergolong eksklusif. Dari majalah inilah, saya terinspirasi untuk memiliki blog saya sendiri.
Sebelum saya membahas kenapa di tahun 2024 ini saya memutuskan membuat blog lagi, yuk kita bahas dulu poin-poin kontranya.
Kenapa Ga Nge-blog di 2024?
TLDR-nya, karena blog sudah tidak populer dan kurang menarik! Lebih detailnya, mungkin beberapa faktor ini bisa menjawab.
1. Rise of Social Media
Dengan akses internet yang sekarang murah, cepat, dan cakupan yang luas, platform media sosial seperti Facebook, X (dulu Twitter), Instagram, dan TikTok jadi tempat favorit untuk berbagi cerita atau konten. Posting di medsos lebih cepat, visualnya menarik, dan algoritma membantu konten kita mendapatkan engagement. Bandingkan dengan blog, di mana kita harus menulis panjang, memilih template, dan memikirkan SEO—ribet, kan?
2. Kurangnya Minat Baca di Indonesia
Menurut data, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Blog yang umumnya berbasis teks menjadi kurang menarik dibanding konten video atau gambar yang lebih mudah dikonsumsi.
3. Shorter Attention Spans
Di era TikTok, kebiasaan orang mengonsumsi konten berubah. Sekarang, orang lebih suka konten cepat: 1 menit video lucu, 30 detik tutorial, atau sekadar reels Instagram yang ringan. Membaca tulisan panjang di blog? Hanya untuk mereka yang benar-benar mencari sesuatu secara spesifik.
4. Susahnya Mendapat Exposure
Berbeda dengan media sosial yang punya algoritma canggih, blog membutuhkan usaha ekstra untuk mendapatkan pembaca. Harus paham SEO, menulis konsisten, dan bersaing dengan ribuan blog lain yang ada di luar sana. Tidak ada algoritma ajaib yang membantu blog kita jadi viral.
5. LLM (Large Language Models) Naik Daun
Kemajuan teknologi seperti LLM (misalnya ChatGPT dan Gemini) juga menjadi tantangan. Banyak orang yang sekarang bertanya langsung ke AI untuk mendapatkan informasi atau panduan, tanpa perlu repot mencari di blog. Beberapa niche blog, seperti tutorial, ulasan produk, atau tips sehari-hari, kini bisa tergantikan oleh model ini.
Jadi, Kenapa Saya Tetap Membuat Blog di 2024?
1. Kebebasan Berekspresi
Blog, terutama yang self-hosted, memberi kebebasan yang tidak bisa ditawarkan oleh platform media sosial. Saya tidak perlu khawatir dengan aturan atau kebijakan yang berubah-ubah dari penyedia layanan medsos, yang kadang-kadang tidak sejalan dengan nilai atau prinsip yang saya anut. Di blog, saya bebas memposting apa saja, kapan saja, tanpa takut konten saya dilaporkan oleh orang yang tidak sependapat. Blog menjadi ruang independen di tengah dunia digital yang makin terkekang oleh aturan platform besar.
2. Membagi Pengetahuan yang Mungkin Bermanfaat
Salah satu tujuan utama saya membuat blog adalah berbagi hal-hal yang saya pahami, pernah alami, atau sedang pelajari. Konten blog saya mungkin tidak akan menarik perhatian sebanyak postingan media sosial, tapi bagi beberapa orang yang benar-benar membutuhkannya, informasi tersebut bisa sangat bernilai. Sebagai contoh, seorang mahasiswa yang mencari referensi spesifik untuk karya tulisnya mungkin akan terbantu dengan tulisan saya. Jumlah pembaca bukanlah prioritas utama, karena sedikit pembaca yang mendapatkan manfaat lebih berharga dibanding sekadar viral.
3. Manfaat untuk Diri Sendiri
Ada yang mengatakan bahwa menulis adalah cara terbaik untuk berpikir dan meningkatkan kemampuan bahasa. Bahkan jika blog saya tidak ramai pengunjung, proses menulis itu sendiri tetap bermanfaat bagi saya. Dengan blog, saya bisa merekam ide, mempelajari hal baru, dan terus mengasah keterampilan komunikasi saya. Blog ini bukan hanya untuk orang lain, tapi juga investasi pribadi yang membantu saya tumbuh.
Meskipun tantangan seperti kurangnya minat baca atau persaingan dengan konten cepat dari media sosial tetap ada, alasan-alasan di atas membuat saya yakin bahwa membuat blog di 2024 adalah keputusan yang berarti.