Akhirnya Bisa Memakai Fitur Blood Oxygen di Apple Watch!

Di postingan sebelumnya tentang Apple Watch, saya sempat menyinggung soal keputusan kurang bijak ketika membeli Apple Watch Ultra 2. Pada September 2024, saya membeli perangkat ini dengan sadar bahwa unit tersebut bukan versi resmi Indonesia. Namun saya tidak menyadari bahwa yang saya dapat ternyata adalah versi US dan pilihan itu membawa konsekuensi serius pada fitur Blood Oxygen.
Masalah ini berawal dari sengketa paten antara Apple dan Masimo yang ramai diberitakan pada akhir 2023. Akibatnya, Apple terpaksa menonaktifkan fitur sensor pengukur kadar oksigen darah khusus untuk produk yang beredar di Amerika, agar tidak terkena larangan impor dari USITC.
Rasa kecewa tentu ada, apalagi pembelian itu saya lakukan dalam kondisi terburu-buru dan kurang teliti. Sejak saat itu, saya rajin mengikuti perkembangan berita, berharap ada titik terang. Bahkan ketika CEO Masimo, Joe Kiani, mengundurkan diri, saya sempat optimis akan ada settlement di luar pengadilan. Namun bulan berganti bulan, hingga hampir setahun, Apple Watch Ultra 2 saya tetap tidak bisa digunakan untuk mengukur kadar oksigen dalam darah.
Hingga akhirnya, 14 Agustus 2025 siang, saya menemukan sebuah postingan di Reddit yang menyebutkan sensor SpO2 akan segera diaktifkan kembali untuk unit versi US. Informasi itu membuat saya terkejut, meski di sisi lain masih ada keraguan.
Beberapa jam kemudian, tak lama setelah hari berganti menjadi 15 Agustus, saya memeriksa iPhone dan menemukan update iOS 18.6.1 serta watchOS 11.6.1. Tanpa banyak pertimbangan, saya langsung install keduanya. Benar saja, toggle pengukuran oksigen darah yang selama ini terkunci akhirnya bisa diaktifkan. Rasanya lega, bahkan saya sempat mencoba pengukuran berkali-kali hanya untuk memastikan.
Belakangan saya mengetahui cara Apple mengatasi masalah paten ini, yakni bukan dengan memproses data oximeter langsung di Apple Watch, melainkan memindahkan proses tersebut ke iPhone. Dengan strategi ini, Apple Watch Series 9, 10, dan Ultra 2 versi US dapat kembali menggunakan sensor SpO2 tanpa harus menunggu penyelesaian sengketa dengan Masimo, atau berakhirnya masa paten pada 2028.